Wednesday, April 8, 2015

MENGHITUNG TEGANGAN OUTPUT TRAFO SETELAH DISEARAHKAN

Next post kali ini adalah bagaimana cara menghitung atau mengetahui tegangan output trafo setelah disearahkan. Karena tegangan output trafo yang masih AC jika disearahkan menjadi DC maka tegangan akan naik. Mengapa demikian? Simak terus ya penjelasan singkat berikut.

Mungkin diantara kita berpikir buat apa sih pakai dihitung segala? Test aja pakai avometer pasti ketahuan tegangannya. ?Betul itu cara prakteknya. Kita kembali ke rumus. Kita ingin belajar saja sedikit bagaimana cara menghitungnya.

Cara ini juga bermanfaat untuk mengetahui tegangan aman kapasitor (elco) pada rangkaian power amplifier sehingga kapasitor bisa bekerja pada tegangan aman agar lebih awet gak gampang jebol atau kering. Ini adalah hasil testing pengukuran tegangan pada trafo 12 Volt.

Tegangan trafo sebelum disearahkan


Tegangan trafo setelah disearahkan


Ternyata tegangan naik setelah disearahkan. Bagaimana bisa? Berikut penjelasan singkatnya. Ketika kita mengukur tegangan AC (Alternating Current). Kita biasanya menggunakan avometer skala AC untuk mengetahuinya tegangannya. Perlu diketahui jika kita mengukur tegangan AC (gelombang sinus), sebetulnya yang kita ukur dengan avometer tersebut adalah tegangan RMS (Root Mean Square), bukan tegangan Volt Peak to Peak (VPP).

Sedangkan setelah disearahkan menggunakan diode penyearah dan di kasih filter kapasitor (elco) tegangan menjadi DC (Direct Current). Maka kita mengukur pakai avometer pada skala DC. Nah yang kita ukur pada saat ini adalah yang Volt Peak to Peak (VPP).

Ada rumus untuk mengkonversi dari RMS ke VPP adalah :

VPP=RMS+(RMS/3,14)

3,14 adalah lambda.

Contoh :
Misalkan kita mengukur tegangan 12 Volt AC, maka output di diode adalah 12+(12/3,14)=12+(12 dibagi 3,14)=12+3,8=15,8 Volt DC.

Sedangkan kalau 24 Volt AC, maka kalau dikonversi ke DC adalah 24+(24/3.14)=24+7,6=31,6 VDC.

Untuk tegangan 32 Volt AC, jika di DC kan adalah 32+(32/3,14)=32+10,19=42,19 Volt DC

Maka wajar jika kita kasih tegangan 32 Volt pada trafo, untuk power amplifier jengkolan gampang jebol. Lah tegangan DC nya keluar 42 Volt.

Sedangkan pada tegangan TV AC 220 Volt, setelah dirubah DC maka pada elco 220uf/400v kalau kita hitung adalah 220+(220/3,14)=220+70,1=290.1 Volt DC.

30 comments:

  1. blog nya bagus..
    saya mencari konsep ini dari minggu yang lalu.
    tapi tidak tahu kenapa tegangan travo bias naik begitu.
    ternyata itu karna penyearahan dari diode dan bantuan capasitor sehingga vpp nya kelihatan.
    bloog ini mantap.
    tapi mas bahar, apakah amper pada travo bakalan tetap atau terjadi perubahan juga ya? minsal penurunan amper atau malah naik juga?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Untuk mas agung. Maaf baru balas. Terima kasih mas sudah berkunjung di blog ini. Untuk daya amper trafo akan tetap mas meskipun sudah disearahkan dengan diode dan elco. Yang mengalami kenaikan hanya pada tegangannya saja mas setelah disearahkan. Untuk amper tetap.

      Delete
  2. terimakasih mass info nya.. sangat membantu :-)

    ReplyDelete
  3. Mas bahar, kalau yang VACx1.414 itu apa ya mas, soalnya selama ini saya pakai itu buat mengetahui tegangan VDC nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum tahu dari mana hasil 1,414. Tapi menurut saya mungkin itu adalah satuan standar untuk menkonversi dari VAC ke VDC. Memang ada yang pakai rumus itu, hasil selisih sedikit lebih tinggi pakai 1,414. Tapi hasil lebih mendekati pakai rumus diatas. Mana rumus yang benar? Saya belum tahu. Karena sama-sama bisa digunakan. Yang penting dapat hasilnya he..he..

      Delete
  4. Soalnya banyak di forum" yang pakek 1,414 untuk mengkonversi vac ke vdc, jadi lebih akurat yang di share disini mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya tidak mengatakan demikian. Karena dua cara diatas sama-sama bisa digunakan untuk menkonversi tegangan dari VAC ke VDC. Jadi ya terserah anda mau pakai yang mana? Hasil paling tidak mendekati dari test langsung ke rangkaian. Tapi selisih hanya sedikit. Kalau pakai 1,414 kan lebih enak, kita tinggal kali saja tegangan AC, sudah didapat hasil VDCnya. Forum luar negeri juga ada yang pakai rumus itu. Jadi pilih yang cocok yang mana, sesuai selera he..he..

      Delete
    2. Oiya mas, itu perhitungan setelah melewati dioda kkah?

      Delete
    3. Iya, setelah melewati diode dan difilter kapasitor elco. Jadi bukan lewat diode saja, terus di test. Jadi harus pakai koneksi power supply lengkap dulu, ada diode dan elco, baru di test.

      Delete
  5. Oke suwun mas Bahar, update terus mas biar tambah wawasan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ok. Trims juga sudah berkunjung di blog ini.

      Delete
  6. Mas, numpang nanya....
    trafo 10 A Bell
    tegangan 42 CT 42
    Bridge 30A
    Elco 10.000uf/80vdc 6bh
    Begitu diukur output elco, koq bisa naik 145vdc ya..????(single)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf baru balas. Cara ngukurnya mungkin salah. Kalau supply tunggal rangkaiannya beda dengan supply simetris. Jadi jika anda pakai supply tunggal, ya harus pakai rangkaian supply tunggal, bukan simetris.

      Delete
  7. cara mengukur tegangan simetris (- 0 + ) gmana mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gunakan avometer, set skala 50VDC.
      Test 1: Konek probe hitam ke CT dan probe merah ke positif elco, akan keluar tegangan. Jika sudah, lanjut.
      Test 2:konek probe merah ke CT dan probe hitam ke negatif elco, akan keluar tegangan.
      Jika kedua test diatas menghasilkan output tegangan yang sama, berarti rangkaian simetrisnya sudah benar dan normal.

      Delete
    2. Mas Bahar, berarti kalo langsung di ukur hanya - + nya aja( tanpa 0) hasilnya dua kali lipat dari hsil ukur Ýg sampean katakan tdi ya mas,

      Delete
  8. begini mas Bahar, aku punya power, di pcb tercantum 400 watt mono, tak kasih final sc2922/sa1216, 2 set (4 biji). trus elco 10.000uf/80volt, 4 biji. dari trafo di kasih berapa volt mas?.
    Trus sanken sc2922/sa1216 itu maksimalnya butuh berapa volt mas per pasangnya? suwun mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sudah saya jawab di g+. Tr final 2SA1216/2SC2922 mampu maks tegangan 32v. Jadi pakai tegangan 32v-ct-32v dari trafo.

      Delete
  9. Mas pernah ngukur output amplifier dengan osiloskop nggak?
    Caranya gimana mas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. He..he.. Belum pernah mas. Alatnya belum punya, jadi belum tahu caranya.

      Delete
  10. Hehe.. Sama berarti mas, saya pengen beli osiloskop di tunda gara gara itu hehe.
    Mas boleh munta nomer hpnya?
    Dikirim ke email saya. Rosidmtm@gmail.com
    Siapa tau bisa saring2,nambah teman nambah ilmu nambambah rejeki. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Silahkan koment di blog atau g+ saja mas, insyaalloh kalau ada waktu akan saya jawab.

      Delete
  11. Mohon pencerahan, apakah mungkin PSU komputer dimodif pada output +12v (15A) dan ground kemudian disambung inverter(32v) apakah outputnya 32volt? saya berencana untuk power amplifier , sayang kalau psu tersebut nganggur, demikian penasaran saya terima kasih jawabannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mungkin mas. Sip ide yang sangat cemerlang sekali mas. Memanfaatkan power supply komputer kemudian ditambah inverter 12v to 32v-ct-32v untuk power amplifier. Menurut saya sangat-sangat bisa mas he..he.. Terima kasih atas idenya mas. Hampir tidak pernah terpikirkan untuk melakukan hal itu. Sip saya acungkan jempol untuk anda. Nanti hasilnya silahkan di share disini mas. Semoga bermanfaat untuk rekan-rekan yang lain.

      Delete
    2. Terima kasih atas jawabannya, kemungkinan yg pasti dapat diterapkan, bahan2 dan kit sudah ada tinggal dicoba namun saat belum ada kesempatan, matur nuwun mas Bahar .

      Delete
    3. Mau nambah pertanyaan pada umumnya menurut pendapat orang power supply switching mudah rusak/rapuh , apakah demikian mas bahar?

      Delete
    4. Karena Power supply SMPS menggunakan komponen elektronik yang kadang memang bisa tiba-tiba rusak. Tapi tidak selalu rusak, kadang juga bisa awet, tergantung jenis komponen dan kondisi komponen saat dipasang. Jika kualitas komponen bagus, maka SMPS bisa awet. Tapi memang komponen elektronik tidak bisa diprediksi atau ditebak mana yang awet dan tidak. Kadang yang bagus pun bisa cepat rusak he..he.. Beda dengan trafo, kemungkinan rusak kecil, karena tidak ada komponen elektronik, hanya kumparan lilitan dan kern besi. Tapi juga bisa rusak, jika overload atau konslet, maka lilitan bisa terbakar/rusak.

      Delete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Naah ini blog yg aq cari.. ijin bertanya dan pencerahan kang Bahar,, saya pake trafo toroid 4kva , power ampli saya butuh HV+120 HV-120 MV+60 MV-60 dan CT nah bgini kasusnya kang > trafo sblum sya pasang regulator (dioda dan elco) outputnya 120 dan 60 tapi setelah saya pasang regulator kok bisa melonjak drastis bnget ya kang, jadi 161 volt dan 81 volt,, bisakah diturunkan lagi mnjadi 120 dan 60 volt DC ???

    ReplyDelete